Perpustakaan Bantu Ciptakan Manusia Berdaya Saing

April 2, 2018

Saat ini pemerintah sedang melakukan percepatan  dimana salah satu yang menjadi prioritas program pemerintah asdalah peningkatan sumber daya manusia. Hal ini yang akan diperkuat dan dipertajam. Peningkatan sumber daya manusia bisa diperoleh oleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan. Tidak ada  bangsa yang maju tanpa ketiga aspek tersebut.

Demikian disampaikan oleh Wakil PResiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Perpustakaan 2018 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta Pusat, Senin, (26/3). Untuk menciptakan bangsa yang maju, lanjut Wapres, bisa ditentukan oleh empat aktivitas, yakni belajar mandiri, membaca, mendengar, dan merasakan pengalaman. “Buku adalah sumber ilmu pengetahuan yang paling banyak memberikan ketiga aspek tersebut, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan,”ujar Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan yang sama Wapres Jusuf Kalla juga meresmikan perpustakaan digital wakil presiden (wapres digital library) yang berlokasi di sekretariat wakil presiden, Jakarta. Wapres Digital Library berisikan segala informasi dan sumber-sumber referensi, termasuk buku-buku yang pernah dihasilkan oleh para  wakil presiden Indonesia, mulai dari presiden Muhammad  Hatta hingga Jusuf Kalla.

Hal senada disampaikan Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bahwa upaya yang dilakukan peningkatan kapasitas SDM sangat erat dengan literasi.  Melaui literasi ketiga aspek yang disebutkan ditambah dengan keahlian yang dimiliki akan mampu menjadikan manusia Indonesia berdaya saing. Riset Perpustakaan Nasional pada 2017 menyebutkan bahwa frekuensi membaca masyarakat Indonesia hanya 3-4 kali per  minggu. Dan jumlah buku yang ditamatkan hanya berkiasar 5-9 buku per tahun. “Di dalam situasi yang demikian rendah tersebut, Perpustakaan bisa mengambil peran,”pesan Menko Puan Maharani.

Perpustakaan menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan yang dapat dikembangkan. Di samping perannya dalam memberikan pelatihan dan keterampilan berbasis literasi sehingga pembedayaan sosio-ekonomi di masyarakat bisa ditingkatkan. Kemajuan Iptek sejatinya harus mampu memberikan percepatan dalam mendiseminasikan pengetahuan. “Pemerintah berharap di masa depan, Perpustakaan Nasional mampu menjadi Big Data Indonesia yang tidak hanya seperti mesin pencari saja  tapi juga menyediakan platform data dan analisanya. Wapres dan Menko PMK meminta Rakornas Perpustakaan bisa menjadi sarana membahas gagasan-gagasan kreatif dalam rangka memaksimalkan peran dan fungsi perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan Rakornas dihadiri oleh tidak kurang 1.600 peserta yang berasal dari seluruh perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, pegiat literasi, pengelola perpustakaan dan taman baca, asosiasi penerbit dan pengusaha rekaman. Adapun sejumlah pembicara yang berkesempatan hadir, diantaranya DPR-RI, Kemdagri, Kemenristek-Dikti, Bappenas, Kemendes-PPDT, Duta Baca Indonesia, dan Bupati Tapanuli Selatan. Rakornas akan dilangsungkan di Jakarta dari tanggal 26-28 Maret 2018.

Reportase : Hartoyo Darmawan

Sumber : http://www.pnri.go.id/news-detail.php?lang=id&id=180326020725J8CWmH7Dg6

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *